30 April 2026

ZONA KONTEN

Info Menarik dan Terpercaya

Kemenkes Filipina Pertimbangkan Larangan Mukbang Setelah Kematian Food Vlogger

Kemenkes Filipina Pertimbangkan Larangan Mukbang Setelah Kematian Food Vlogger

Image by <a href="https://pixabay.com/users/allybally4b-11136103/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=4647407">ally j</a> from <a href="https://pixabay.com//?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=4647407">Pixabay</a>

Kementerian Kesehatan Filipina kini tengah mempertimbangkan untuk melarang vlog ‘mukbang’ setelah seorang content creator makanan berusia 37 tahun meninggal dunia akibat stroke usai membuat konten tersebut. Menteri Kesehatan Filipina, Teodoro Herbosa, menyatakan bahwa mukbang adalah praktik yang dapat mendorong kebiasaan makan berlebihan yang berisiko bagi kesehatan.

“Ini adalah praktik yang buruk karena orang-orang merasa puas dengan makan berlebihan, dan kebiasaan itu tidak sehat. Ini bisa menyebabkan obesitas,” kata Herbosa, dikutip dari Strait Times, Selasa (9/7/2024).

Herbosa menjelaskan bahwa obesitas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk hipertensi, penyakit jantung, penyakit tidak menular, dan serangan jantung. Peringatan ini disampaikan oleh Herbosa setelah kematian Manoy Apatan, seorang konten kreator mukbang, pada 14 Juni. Apatan meninggal dunia setelah mengalami stroke hemoragik akibat serangan jantung dan koma, sehari setelah membuat konten makan besar beberapa potongan ayam goreng dan nasi putih. Apatan memiliki 460 ribu pengikut di media sosial.

Herbosa menyatakan bahwa pihaknya harus menyelidiki penyebab kematian Apatan dan mencari tahu apakah Kementerian Kesehatan dapat melarang kegiatan mukbang jika terbukti berkontribusi pada kematian tersebut. Jika penyelidikan menemukan bahwa mukbang memang berperan dalam kematian Apatan, Kementerian Kesehatan Filipina akan mendorong pelarangan terhadap situs-situs lokal dan media sosial yang menayangkan konten mukbang.

“Kebiasaan ini juga mempromosikan perilaku tidak sehat kepada masyarakat Filipina,” ujar Herbosa. “Saya bisa mengusulkan melarang mukbang secara lokal. Saya bahkan bisa meminta Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk menghentikan situs-situs yang menayangkan dan menyiarkan mukbang karena pada dasarnya itu pornografi makanan. Mereka membuat orang makan dengan rakus,” tambahnya.

Herbosa menekankan bahwa jika seseorang memperoleh penghasilan dari sesuatu yang merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat, maka pihaknya harus menghentikan praktik tersebut. Untuk saat ini, ia berencana mengeluarkan peringatan kesehatan masyarakat dan mungkin perintah administratif untuk melarang makan berlebihan.

Langkah ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar terhadap tren mukbang di media sosial, di mana orang-orang makan dalam jumlah besar sambil direkam dan disiarkan secara online. Mukbang telah menjadi fenomena global, tetapi juga memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara yang sudah menghadapi masalah obesitas dan penyakit terkait lainnya.

Dengan pertimbangan ini, Kementerian Kesehatan Filipina berharap dapat mengurangi dampak negatif dari tren mukbang dan mendorong masyarakat untuk menjaga pola makan yang sehat dan seimbang. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan kesadaran yang lebih besar tentang bahaya makan berlebihan dan mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat di kalangan masyarakat Filipina.